Tampilkan postingan dengan label Murotal Al Qur'an Qori Anak-Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Murotal Al Qur'an Qori Anak-Anak. Tampilkan semua postingan

Murottal Al-Qur'an Surat Al Fajr - Qori Idris Al Hasyimi Beserta Terjamah Dalam Bahasa Indonesia



AL-FAJR
(Fajar)

MUQADDIMAH

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Lail. Nama “Al-Fajr” diambil dari kata “Al-Fajr” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “fajar”.

Pokok-pokok isinya:

Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan; beberapa contoh dari umat-umat yang sudah dibinasakan; kenikmatan hidup atau bencana yang dialami oleh seseorang, bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan Allah kepadanya, melainkan cobaan belaka; celaan terhadap orang orang yang tidak mau memelihara anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin; kecaman terhadap orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dari orang yang amat mencintai harta; malapetaka yang dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat; orang-orang yang berjiwa muthmainnah (tenang) mendapat kemuliaan di sisi Allah.

سورة الفجر
(FAJAR)
Surat ke 89 : 30 ayat

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

MEREKA YANG MENENTANG NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM PASTI BINASA SEPERTI UMAT-UMAT DAHULU YANG MENENTANG RASULNYA.

وَالْفَجْرِ
1. Demi fajar,

وَلَيَالٍ عَشْرٍ
2. dan malam yang sepuluh[1],

وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ
3. dan yang genap dan yang ganjil,

وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ
4. dan malam bila berlalu.

هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ
5. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ’Aad?,

إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ
7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi[2],

الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ
9. dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[3],

وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ
10. dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلاَدِ
11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ
12. lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ
13. karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ
14. sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

KEKAYAAN DAN KEMISKINAN ADALAH UJIAN TUHAN BAGI HAMBA-HAMBANYA.

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاَهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاَهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”[4].

كَلاَّ بَل لاَّ تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ
17. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[5],

وَلاَ تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلاً لَّمًّا
19. dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

PENYESALAN MANUSIA YANG TENGGELAM DALAM KEHIDUPAN DUNIAWI DI HARI KIAMAT.

كَلاَّ إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا
21. Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

وَجَآءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا
22. dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى
23. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
24. Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shaleh) untuk hidupku ini.”

فَيَوْمَئِذٍ لاَّ يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ
25. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[6],

وَلاَ يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ
26. dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
27. Hai jiwa yang tenang.

ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي
29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

وَادْخُلِي جَنَّتِي
30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.

PENUTUP

Surat Al Fajr mengemukakan contoh umat yang ditimpa azab dan beberapa sifat manusia yang tercela, serta menegaskan kemuliaan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang yang berjiwa tenang.

HUBUNGAN SURAT AL-FAJR DENGAN SURAT AL-BALAD:

1.      Dalam surat Al-Fajr terdapat celaan kepada orang yang amat mencintai harta, yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan tidak membantu orang-orang miskin, sedang pada surat Al-Balad dijelaskan penggunaan harta yang terpuji di sisi Allah yaitu memerdekakan hamba sahaya, memberi makan anak yatim dan anak-anak miskin.

2.      Pada akhir surat Al-Fajr manusia dibagi kepada ahli neraka dan ahli surga. Sedang pada akhir surat Al-Balad disebutkan bahwa manusia dibagi kepada golongan kanan dan golongan kiri.

(1) Malam sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram termasuk di dalamnya hari Asyura. Ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama pada bulan Zulhijjah.↩

(2) Iram ialah ibu kota kaum ’Aad.↩

(3) Lembah ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.↩

(4) Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliayaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.↩

(5) Yang dimaksud dengan “tidak memuliakan anak yatim” ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya. ↩

(6) Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya. ↩

https://abihumaid.wordpress.com/

MUROTTAL JUZ 30 YANG SANGAT MERDU - TOHA AL JUNAYD




MUROTTAL JUZ 30 YANG SANGAT MERDU - TOHA AL JUNAYD

Siapa yang tak kenal qari kecil ini teman2 ? Suara merdunya ketika membacakan Al-Quran membuat hati kita menjadi sejuk dan tentram. Audio murottal beliau sering diputar di mesjid-mesjid dan di tempat-tempat pengajian, dulu beliau sering disebut sebagai qori cilik terbaik. Beliau Terkenal dengan gelaran Beautiful Voice From Heaven oleh orang Arab, namun sekarang dengan bertambahnya usia beliau telah menjadi sesosok qori remaja dan juga sering menjadi imam di mesjid.

Berikut adalah profil Muhaammad Thaha al Junayd

Nama Lengkap : Muhammad salih ibrahim thaha al junayd ( terkenal dengan julukan muhammad thaha al junayd)
Tahun lahir : 1994
Tempat lahir : Manama, Bahrain (Teluk Persia)

Suaranya yang merdu ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran membuat Beliau terkenal dipenjuru dunia termasuk di negara Indonesia kita tercinta yang mayoritas beragama Islam.

Murottal Al-Qur'an Surat An-Naba' | Qori : Idris al Hasyimi




AN-NABA’
(Berita Besar)

MUQADDIMAH

Surat An-Naba’ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Ma’aarij.
Dinamai “An-Naba’” (berita besar), diambil dari perkataan An-Naba’ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga “’Amma yatasaa aluun” diambil dari perkataan ’Amma yatassa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Pokok-pokok isinya:

Keimanan:

Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu; kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit; peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit; azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat; penyesalan orang kafir di hari kiamat.

سورة النبأ
(BERITA BESAR)
Surat ke 78 : 40 ayat

JUZ 30

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

HARI BERBANGKIT.
Kekuasaan Allah menciptakan alam dan ni’mat-ni’mat yang diberikan-Nya adalah bukti bagi kekuasaan-Nya membangkitkan manusia.

عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ
1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ
2. Tentang berita yang besar[1],

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ
3. yang mereka perselisihkan tentang ini.

كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ
4. Sekali-kali tidak;[2] kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ كَلاَّ سَيَعْلَمُونَ
5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا
8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا
10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian[3],

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا
11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
12. dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا
13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

وَأَنزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَآءً ثَجَّاجًا
14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا
15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا
16. dan kebun-kebun yang lebat?

Kehebatan hari berbangkit.

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا
17. Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا
18. yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

وَفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا
19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
20. dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

Balasan terhadap orang yang durhaka.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai[4],

لِلْطَّاغِينَ مَآبًا
22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

لاَبِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا
23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

لاَّ يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلاَ شَرَابًا
24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

إِلاَّ حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
25. selain air yang mendidih dan nanah,

جَزَآءً وِفَاقًا
26. sebagai pembalasan yang setimpal.

إِنَّهُمْ كَانُوا لاَ يَرْجُونَ حِسَابًا
27. Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,

وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا
28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya,

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا
29. dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab[5].

فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلاَّ عَذَابًا
30. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

Balasan terhadap orang yang bertakwa.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا
31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا
32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا
33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

وَكَأْسًا دِهَاقًا
34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لاَّ يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلاَ كِذَّابًا
35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta.

جَزَآءً مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا
36. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَنِ لاَ يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا
37. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

Perintah agar manusia memilih jalan yang benar kepada Tuhannya.

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَآئِكَةُ صَفًّا لاَّ يَتَكَلَّمُونَ إِلاَّ مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا
38. Pada hari, ketika ruh[6] dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

ذَلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ فَمَن شَآءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ مَآبًا
39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا
40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

PENUTUP

Surat An-Naba’ menerangkan pengingkaran orang-orang musyrik terhadap hari berbangkit, ancaman Allah terhadap sikap mereka, azab yang akan mereka terima di hari kiamat serta kebahagiaan orang-orang yang beriman.

HUBUNGAN SURAT AN-NABA’ DENGAN SURAT AN-NAAZI’AAT:

1.      Surat An-Naba’ menerangkan ancaman Allah terhadap sikap orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit, serta mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit, sedang pada surat An-Naazi’aat Allah bersumpah bahwa hari kiamat yang mendahului hari berbangkit itu pasti terjadi.

2.      Sama-sama menerangkan huru-hara yang terjadi pada hari kiamat dan hari berbangkit.

(1) Yang dimaksud dengan berita yang besar ialah berita tentang hari berbangkit.↩

(2) Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Makkah yang mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.↩

(3) Malam itu disebut sebagai “pakaian” karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia.↩

(4) Maksudnya: di neraka Jahannam ada suatu tempat yang dari tempat itu para penjaga neraka mengintai dan mengawasi isi neraka.↩

(5) Yang dimaksud dengan “kitab” di sini ialah buku catatan amalan manusia. ↩

(6) Para ahli Tafsir mempunyai pendapat yang berlainan tentang maksud “ruh” dalam ayat ini. Ada yang mengatakan “Jibril”, ada yang mengatakan “tentara Allah” dan ada pula yang mengatakan “ruh manusia”. ↩

(https://abihumaid.wordpress.com/)

BISA MENIRU 15 IRAMA IMAM MASJID BESAR DUNIA




Syekh Rasyid Menirukan 15 Irama Imam Besar Dunia

SYEKH MUHAMMAD ABDUL RASYID ( Syekh Rasyid ) Adalah Seorang Hafiz Cilik Yang Telah Mengikuti Perlombaan Di Pentas HAFIZ INDONESIA 2014 DI RCTI. Diberi Gelar "SYEKH" Oleh Salah Seorang Jurinya "Syekh Ali Jaber" Seorang Ulama Besar Imam Madinah.

Syekh Rasyid Juga Seorang DA'I CILIK YANG MERAIH JUARA 1 AKSI JUNIOR 2015 DI INDOSIAR.

Kelebihan Lain Dari Syekh Rasyid Ialah Bisa Meniru 15 Irama Imam Besar Dunia Dan Semua Yang Didapatkan ( Hafalan 30 Jus ) Itu Secara Otodidak Dan Tidak Pernah Di Ajar Untuk Menghafal Alquran

Hafiz Indonesia - Musa 5,5 Tahun Dari Bangka Hafal 29 Juz - Membuat Semu...

Musa lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik (lahir di Bangka, 2008; umur 6 tahun) merupakan seorang penghafal Alquran (hafizh) dari Indonesia. Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, sepertiArbain Nawawi dan lainnya. Namanya terkenal ke khalayak ramai baik didalam negeri maupun di Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI. Ia menjadi pusat perhatian karena meski kala itu berusia sangat muda yakni 5,5 tahun namun telah mampu menghafalkan 29 Juz dari total 30 Juz Alquran. Iapun dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional diJeddah, Arab Saudi. Musa menjadi yang termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa mendapatkan nilai Mumtaz yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna. Pasca perlombaan Musa berhasil menuntaskan hafalannya menjadi keseluruhan 30 juz Alquran, hal ini dapat terlaksana karena sebelum mengikuti acara sebenarnya ia hanya kurang dua surah saja. Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.

Surat Al Bayyinah - Ahmad Saud




AL-BAYYINAH
(Bukti Yang Nyata)
MUQADDIMAH
Surat Al-Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thalaq.
Dinamai “Al-Bayyinah” (bukti yang nyata) diambil dari perkataan “Al-Bayyinah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pokok-pokok isinya:
Pernyataan dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik bahwa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam datang, mereka terpecah belah, ada yang beriman dan ada yang tidak, padahal Nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang benar yaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat.
سورة البينة
(BUKTI) 
Surat ke 98 : 8 ayat
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
AHLI KITAB BERPECAH BELAH MENGHADAPI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM, SEDANG AJARAN YANG DIBAWANYA ADALAH WAJAR.
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
رَسُولٌ مِّنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُّطَهَّرَةً
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur’an),
فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
3. di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus[1].
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ
4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus[2] dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
6. Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
PENUTUP
Dalam surat ini Allah menerangkan bahwa ajaran Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah ajaran yang benar dan agama yang dibawanya adalah agama yang lurus yang mencakup pokok-pokok ajaran yang dibawa nabi-nabi yang dahulu.
HUBUNGAN SURAT AL-BAYYINAH DENGAN SURAT AZ-ZALZALAH:
Pada surat Al-Bayyinah diterangkan orang yang akan mendapat balasan yang baik dan orang yang akan mendapat siksa, sedang surat Az-Zalzalah menerangkan kapan datangnya balasan itu.

(1) Yang dimaksud dengan “isi kitab-kitab yang lurus” ialah isi kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang murni.↩
(2) Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan. ↩