Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Mengenal 5G dan Manfaatnya bagi Kita

 


Sejak tahun 2014, kita sudah bisa menikmati teknologi seluler generasi keempat yang kita kenal dengan 4G. Selama itu pula, kita telah menikmati kemajuan pengembangan aplikasi smartphone secara pesat, mulai dari kehadiran platform ojek online hingga semakin menjamurnya layanan video streaming, yang tentunya mengakselerasi pengalaman kita dalam memanfaatkan mobile broadband.

Kini, Indonesia tengah bersiap untuk mengimplementasikan 5G dan mengajak masyarakat luas untuk menikmati manfaat jaringan seluler di level yang lebih tinggi lagi. Pasalnya, 5G tidak hanya didesain untuk menghubungkan manusia dengan manusia, tapi juga manusia dengan perangkat atau suatu perangkat dengan perangkat lainnya.

Lantas, bisakah kita menyebut 5G lebih baik dari 4G? Jawabannya, iya. Secara garis besar, 5G sebagai teknologi jaringan seluler generasi kelima mampu menghadirkan kecepatan dan kapasitas data yang lebih tinggi serta latensi (waktu akses layanan data) yang jauh lebih rendah.

Jika bicara kecepatan data, secara teori 5G mampu menghadirkan peak data rate hingga 20 Gbps, atau sekitar 20 kali lebih tinggi dari peak data rate 4G. Kemudian, 5G pun memiliki latensi yang begitu rendah, yaitu 1ms, atau sekitar 10 kali lebih rendah dari 4G. Hal tersebut membuat 5G mampu menghadirkan akses yang lebih instan, khususnya pada pemanfaatan jaringan secara real-time. 5G juga didesain untuk mampu mengakomodasi connection density pada 1 juta perangkat/km2, atau 10 kali lebih banyak dari 4G.

Di samping itu, 5G juga hadir sebagai ekosistem yang lebih utuh dan mumpuni dibandingkan 4G. Jika 4G difokuskan untuk menghadirkan layanan broadband yang lebih cepat dari 3G, maka 5G didesain untuk menjadi sebuah platform yang tidak hanya meningkatkan pengalaman mobile broadband, namun juga mampu mendukung lahirnya berbagai platform atau use case baru.

Maka dari itu, 5G kerap disebut sebagai game-changer dalam teknologi jaringan mobile, karena ia mampu membuka lebih banyak peluanguse cases baru, baik di segmen konsumen (B2C) maupun segmen enterprise (B2B). Kehadiran 5G dalam memberikan pengaruh besar untuk mentransformasi hidup kita diejawantahkan melalui tiga kategori inovasi utama, yaitu eMBB (enhanced Mobile Broadband), uRLLC (Ultra-Reliable and Low Latency Communications), and mMTC (massive Machine Type Communication).

Pada eMBB, kita sebagai konsumen akan menjadi pihak yang mendapat keuntungan terbesar dari inovasi tersebut. Pasalnya, eMBB mampu mengakomodasi kapasitas jaringan yang lebih besar untuk menjaga kecepatan data tetap berada di level tertingginya di berbagai kondisi, seperti di tengah keramaian atau ketika kita sedang bergerak dalam perjalanan.

Dengan berbagai inovasi di lini eMBB, 5G akan memungkinkan kita untuk menikmati pemanfaatan teknologi yang lebih matang di berbagai sektor, mulai dari video streaming berkualitas tinggi, virtual reality (VR), augmented reality (AR), hingga cloud gaming.

Kemudian, pada kategori uRLLC, 5G mampu mengakselerasikan transformasi industri lebih jauh lagi. 5G mampu menghadirkan use case yang luas untuk mendukung pelaku industri dalam meningkatkan produktivitas, efektivitas, efisiensi, dan presisi di setiap kegiatan operasionalnya.

Berbekal kecepatan download yang begitu tinggi, latensi yang amat rendah, serta ketersediaan dan kapasitas data yang besar, 5G dapat mematangkan bermacam inovasi, seperti layanan kesehatan jarak jauh (termasuk remote surgery), kendaraan otonom, wireless automation di kawasan industri (mencakup remote controlling machinery, smart surveillance, dan smart factory), remote robotics, serta pengembangan smart grid.

Lalu, di sektor mMTC, penerapan inovasinya akan sangat bermanfaat pada pengembangan smart farming dan smart agriculture untuk menciptakan kegiatan pertanian yang lebih presisi. Selain itu, pada koridor inovasi ini, 5G juga dapat mendorong pengembangan smart city yang lebih mentransformasi hidup masyarakat, mulai dari moda transportasi yang lebih aman dan terintegrasi hingga penerapan IoT yang lebih luas di berbagai sektor pengembangan kota dan kebijakan publik.

Hal tersebut dapat dimungkinkan berkat kemampuan 5G menghubungkan sensor dan perangkat dalam jumlah besar melalui kecepatan data dan mobilitas yang lebih baik. Selain itu, 5G dapat mendukung beragam persyaratan komunikasi IoT yang dapat mendorong berbagai inovasi di kategori mMTC.

Ketiga kapabilitas 5G di atas mampu menjawab berbagai kendala dalam hal bandwidth, latensi, dan konektivitas dalam jumlah besar yang dijumpai pada teknologi 4G. Maka dari itu, kehadiran 5G akan memberikan pengaruh yang lebih besar untuk mentransformasi hidup kita jika dibandingkan dengan kemunculan 4G dulu. 5G pun disebut sebagai teknologi jaringan mobile pertama yang memberikan manfaat  besar bagi industri dan sektor konsumen.

Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi 5G dan kemampuan konektivitasnya yang superior bahkan dapat terintegrasi lebih jauh lagi dengan teknologi-teknologi terdepan lainnya, seperti virtualisasi dalam programmable network, cloud-native applications, serta Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) untuk pengembangan self-learning cognitive networks. Dengan begitu, 5G dapat membentuk dunia yang terkoneksi secara digital sepenuhnya sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan di setiap pemanfaatannya.

Telkomsel pun memahami besarnya manfaat yang dapat dihadirkan 5G di keseharian kita. Maka dari itu, sebagai leading digital telco company yang terus bergerak maju menghadirkan implementasi teknologi terkini yang tepat guna bagi masyarakat, Telkomsel terus mengakselerasikan pengembangan jaringan 5G agar bisa digelar di Indonesia.

Upaya tersebut telah dimulai Telkomsel sejak 2018 lalu kala menghadirkan ‘‘Telkomsel 5G Experience Center’’ dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta. Sejak saat itu, Telkomsel terus melakukan uji coba lanjutan yang ditunjang dengan kolaborasi bersama sejumlah mitra strategis dan pemangku kepentingan, seperti yang dilakukan Telkomsel melalui inisiatif “Telkomsel 5G for Industry 4.0” yang diselenggarakan di Batam pada akhir 2019.

Ke depan, Telkomsel akan terus fokus dalam pematangan implementasi 5G di Indonesia. Dengan begitu, Telkomsel dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi pelanggan, pelaku industri, hingga lembaga pemerintahan dalam memanfaatkan teknologi jaringan seluler generasi terbaru yang mampu mendorong lebih banyak inovasi yang dapat mentransformasi kehidupan sehari-hari masyarakat lebih jauh lagi.

Sumber: https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/mengenal-5g-dan-manfaatnya-bagi-kita

 

Apa sih sebenarnya “Black Box” itu?


Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah “Black box”, apalagi setelah terjadinya kecelakaan pesawat Malaysia Airline (MAS) MH370 bulan Maret 2014. Nah sebenarnya apasih yang dimaksud dengan Black box itu? apakah benar warnanya hitam kelam?

Black box sebenarnya hanya istilah, warna aslinya adalah dominan jingga, merah atau warna yang mencolok, tujuannya agar mudah dilihat/ditangkap mata. Bentuknya umumnya persegi panjang tetapi ada juga yang bulat. Black box memiliki peran yang cukup penting dalam dunia penerbangan, karena berfungsi merekam semua data dan aktivitas di dalam pesawat saat penerbangan.

Umumnya black box terdiri dari dua bagian, bagian pertama disebut Cockpit Voice Recorder (CVR) berfungsi untuk merekam semua pembicaraan yang dilakukan didalam cockpit baik antara pilot dengan co-pilot maupun dengan ATC (Pemandu Lalu Lintas Udara/Air Traffic Controller)di bandara. Umumnya melalui pembacaan kotak ini dapat terungkap penyebab kecelakaan yang terjadi pada pesawat terbang melalui transkrip pembicaraan  antara mereka berdua maupun dengan ATC.

Bagian yang kedua disebut Flight Data Recorder (FDR), berfungsi mencatat hal-hal terkait dengan operasi dan karakteristik pesawat seperti data dari kecepatan, percepatan, ketinggian, posisi kontrol kokpit, status autopilot, termometer, pengukur mesin,  permukaan atur posisi, beralih posisi, aliran bahan bakar dan berbagai parameter lainnya. Parameter-parameter tersebut direkam beberapa kali per detik, beberapa type FDR dapat juga merekam data pada frekuensi yang lebih tinggi saat masukan berubah dengan cepat.

Black box umumnya ditempatkan dibagian kepala atau ekor pesawat dengan perkiraan bila terjadi kecelakaan maka bagian inilah yang relatif utuh. Selain itu Black box ini sendiri juga di lapisi dengan bahan yang cukup tahan api, kedap air dan dilengkapi dengan beacon yang memancarkan sinyal dengan frekruensi tertentu, sehingga data masih tetap terbaca meskipun pesawatnya hancur. Melalui Black box inilah, para ahli berharap misteri kecelakaan sebuah pesawat dapat terungkap. (***)

http://www.tahukahkamu.org/news.detail.php?id=78&title=Apa.sih.sebenarnya.%E2%80%9CBlack.Box%E2%80%9D.itu?#

  

Kisah Mengagumkan Naufal Raziq, Bocah Aceh Penemu Energi Listrik dari Pohon Kedondong



Energi baru dan terbarukan di Indonesia belum banyak ditemukan. Namun, sebuah penemuan membanggakan lahir dari seorang bocah asal Aceh. Naufal Raziq berhasil menemukan energi listrik dari pohon kedondong pagar. Bagaimana kisahnya?


NADA bicaranya teratur, penjelasannya runtut. Usianya baru 15 tahun, tapi layaknya sudah dewasa. Namanya Naufal Raziq. Walau hanya bocah Kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri, tapi dia adalah penemu energi listrik dari pohon kedondong (Spondias Dulcis Forst).

INDOPOS  menemui Naufal dan ayahnya di kawasan Tebet Jakarta Selatan. Saat berbincang, siswa kelas III MTS Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu cukup cekatan menjelaskan penemuan energi listrik dari dalam batang pohon kedondong pagar.

Naufal juga memperlihatkan tiga pohon yang sudah dipermak menjadi sumber listrik. Energi listrik dari pohon kedondong itu biasa menjadi pagar halaman rumah warga di Langsa. Untuk menghasilkan energi listrik, pohon itu dipasangi rangkaian yang terdiri pipa tembaga, batangan besi, kapasitor, dan dioda.

Temuan Naufal menghasilkan daya sebesar 0,5–1 Volt per elektroda dari dipasang pada rangkaian pohon kedondong. Menurut Naufal, arus listrik yang dihasilkan sangat bergantung kepada kadar keasaman pohon. Ini melalui beberapa evaluasi dan perbaikan, pohon listrik itu telah menerangi puluhan rumah di Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Langsa, Aceh, untuk pencahayaan lampu pada malam hari.


”Saya senang sekali dan bangga penemuan ini bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Naufal yang mengaku mengidolakan mantan Presiden RI B.J. Habibie dan penemu lampu pijar, Thomas Alva Edison, ini.

Butuh waktu lama untuk menemukan energi listrik dari pohon kedondong. Itu berawal saat dia mempelajari ilmu pengetahuan alam dan membaca bahwa buah yang mengandung asam bisa menghantarkan listrik.

Mula-mula Naufal menguji pada buah kentang. Setelah itu dia berpikir jika buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam. "Akhirnya saya mulai melakukan eksperimen,” ujar bocah kelahiran Langsa, 20 Maret 2002.

Dari pohon kentang, lalu Naufal melakukan eksperimen pada pohon mangga dan ternyata tidak layak. Setelah itu, dia mencoba jenis pohon lainnya. ”Akhirnya saya menemukan kedondong pagar yang kadar asam atau getahnya mampu menghantarkan listrik,” ujarnya bercita-cita ingin menjadi ilmuwan dan masuk ITB (Institut Teknologi Bandung) itu.

Puaskah Naufal? Tidak. Karena itu kini Naufal tengah mencari cara agar ada akselerasi daya pemulihan (recovery) energi listrik dari pohon kedondong itu secara optimal. Sebab, dari percobaan sebelumnya, kemampuan pemulihan dari pohon kedondong membutuhkan waktu lama dan belum stabil.

Saat ini, putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Supriaman dan Ny Deski ini mengaku sedang melakukan uji coba dengan proses penyimpanan energi dari pohon kedondong ke charger baterai dan dari sana ke lampu atau mirip proses solar cell.

”Saya berharap nyala lampu bisa stabil karena pada proses sebelumnya dengan langsung dari pohon ke lampu, energinya tidak stabil dan lama kelamaan drop serta recovery secara alaminya lambat sekali,” jelasnya.

Penemuan Naufal ini memang tidak datang begitu saja. Bahkan tidak hanya dari sekolah. Dukungan sang ayah sangat membantu dalam percobaannya tersebut. ”Kebetulan ayah bekerja di bidang elektronika. Jadi sedikit banyak saya tahu alat-alat elektronik,” ujarnya.

Ayah Naufal, Supriaman mengatakan, saat ini sejumlah pihak menjajaki kerja sama dalam pengembangan energi pohon listrik temuan anaknya. Namun, semua dikembalikan kepada PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero).

”Kalau mau kerja sama dengan Naufal, silakan berbicara dengan Pertamina EP karena aktivitas Naufal terkait pohon listrik ini juga berkat bantuan dari Pertamina EP Aset I Field Rantau,” ujarnya.

Pertamina EP memang telah mendukung penemuan Naufal, termasuk komitmen menyekolahkan dia hingga perguruan tinggi. ”Pertamina EP juga telah membantu pengurusan hak paten pembangkit listrik menggunakan pohon kedondong dari Kementerian Hukum dan HAM,” ujar Supriaman.

Manajer Humas Pertamina EP, Muhammad Baron mengatakan, Pertamina EP Aset I Field Rantau membantu pengembangan energi listrik dari pohon kedondong menuju skala yang lebih besar, terutama untuk menerangi kampungnya yang memang belum tersentuh jaringan listrik. Apalagi, Naufal memang berasal dari Tampur Paloh, dusun yang jauh di pedalaman pelosok Aceh.

Menurut Baron, penemuan Naufal merupakan kisah sukses sinergi antara Pertamina dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. Ini perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

”Naufal ini discovery untuk bangsa. Kami akan mendukung apabila muncul Naufal-Naufal lain dari wilayah kerja Pertamina EP lainnya demi kemandirian energi nasional,” katanya.
(Sumber: https://www.jawapos.com)

Planetarium Taman Pintar Yogyakarta





Taman Pintar Yogyakarta merupakan wahana ekspresi, apresiasi, dan kreasi sains yang saat ini telah memiliki lebih dari empat puluh zona. Salah satu zona yang paling diminati 
pengunjung yaitu Zona Astronomi atau yang lebih akrab disebut Planetarium.

Planetarium merupakan tempat simulasi langit untuk melihat benda-benda langit. 
Layarnya terdapat diatas berbentuk kubah sehingga benarbenar seperti melihat langit sungguhan. Pengunjung akan duduk di kursi yang sandarannya miring (setengah tertidur) dan melihat ke atas kubah. Adapun di Planetarium Taman Pintar, kita akan melihat simulasi langit malam kota Yogyakarta di hari kita menonton pertunjukkan tersebut. Nanti kita bisa melihat berbagai macam benda langit, seperti planet, bintang, bulan, galaksi, rasi bintang, dan matahari, serta di akhir pertunjukkan kita akan disuguhkan dua buah film singkat mengenai alam semesta dan tata surya.

Planetarium Taman Pintar merupakan planetarium ke empat di Indonesia dan merupakan 
planetarium digital pertama di Indonesia. Planetarium ini berukuran mini dengan kapasitas 
lima puluh kursi. Durasi pertunjukkan adalah tiga puluh menit dan waktu pertunjukkan yaitu setiap satu jam sekali. Adapun jadwal pertunjukkannya yaitu:

09.30-10.00
10.30-11.00
11.30-12.00
12.30-13.00
13.30-14.00
14.30-15.00
15.30-16.00

Tiket Planetarium dapat di beli di Loket Tiket yang terletak di sebelah Gedung Oval Taman 
Pintar Yogyakarta seharga Rp. 15.000,untuk satu orang, usia anak >3 tahun sudah dikenakan satu tiket. Tidak perlu khawatir untuk berebut tempat duduk karena akan tertera nomor 
kursi dan jam pertunjukkan pada tiket yang sudah dibeli.

Menikmati pertunjukkan planetarium dapat mengobati kerinduan warga di kota besar, 
khususnya masyarakat Yogyakarta terhadap indahnya langit malam yang saat ini sudah 
tercemar berbagai polusi sambil belajar mengenai astronomi secara cepat dan menarik. 
Jadi segera kunjungi Planetarium Taman Pintar untuk menikmati dan langit ‘buatan’ 
sekaligus belajar yang menyenangkan 

Sumber: fathiyyahtia.wixsite.com

Muhammad Hamza, Anak Jenius Programer Komputer Termuda Dunia



Seorang anak di Inggris menjadi manusia termuda di dunia yang diakuai memiliki kualifikasi sebagai programer komputer, sehingga berpeluang untuk memulai karir sejak usia tujuh tahun.
Laman Birmingham Mail, anak jenius yang pernah mendapat pendidikan di Handsworth, Kanada, Muhammad Hamza Shahzad sudah mulai menunjukkan bakat dalam bidang komputer sejak kecil lagi.
Menurut laporan itu, Hamza banyak mendalami ilmu komputer melalui ayahnya, Asim yang merupakan pakar teknologi tinggi di perusahaan Cyber Royal milik Amerika Serikat (AS).
Hamza yang kini telah pindah ke Birmingham bersama keluarganya sejak tujuh bulan lalu, tetapi masih gagal menemukan sekolah yang sesuai dengan bakat besarnya.
Hamza sebelumnya menjadi manusia termuda di dunia melewati tes Microsoft Office Professional pada usia enam tahun ketika meraih nilai 757 dari  700 poin minimal yang diperlukan.
Dia kemudian menjalani beberapa tes lain Microsoft dan kini mahir dalam program Software Development Fundamentals, Microsoft Word, Microsoft PowerPoint dan Microsoft Excel.

Birmingham Mail llos tes Microsoft Office Professional di usia enam tahun dan meraih nilai 757 dari 700 poin minimal yang diperlukan[birminghammail.co.uk]
‘Di sekolah, ia menetapkan sendiri standarnya. Kami mencoba membuat dia lebih baik tidak hanya untuk dia, tetapi untuk orang lain. Inilah yang bisa kami lakukan untuk dia,” ujar Asim.
Seorang juru bicara Microsoft mengatakan, Hamza memiliki kemampuan untuk menciptakan aplikasi web dengan mudah selain mampu membangun applikasi bisnis secara sendiri.
“Dia dapat menjelaskan beberapa proses atau istilah komputer yang sulit dengan lebih baik dibandingkan ahli komputer yang lebih berpengalaman,” jelas juru bicara itu.
Bahkan lebih menakjubkan lagi, guru-guru di sekolah Hamza sering meminta tolong darinya ketika komputer mereka mengalami masalah.
“Ketika ada masalah, guru meminta saya untuk membantu anak-anak.”
“Saya ingin membuat game dan itulah yang ingin saya lakukan saat ini,” ujarnya.
Ketika teman-temannya sibuk main bola, Hamza justru sebaliknya.
“Saya ingin menjadi seperti Bill Gates,” kata Hamza seperti dikutip
laman metro.co.uk,  Jumat (09/09/2016),  pendiri perusahaan perangkat lunak
komputer, Microsoft.*


Sejarah Diketemukannya Kompor


Sreeng..sreeng..sreeng…goreeng..goreeng…!! Woow..siapa yang suka masak?? Wah, bagi kalian yang hobi masak pasti deh sangat tahu dengan alat ini. Yupz, kompor.. Hayooo..pasti kalian sudah pernah melihat kompor kan? Hampir diseluruh rumah di dunia pasti memiliki kompor.
Mulai dari kompor yang terbuat dari tungku, kompor minyak tanah, kompor gas, kompor listrik, dan lain-lainnya. Nah, penasaran gak sih, bagaimana awalnya kompor ini ditemukan? Yuk, kita cari tahu.
Ketika manusia sudah mengenal api untuk memasak, mereka mulai membuat sebuah alat yang dapat mereka gunakan untuk memasak. Di China, sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) mereka memasak menggunakan tungku api yang terbuat dari tanah liat. Sedangkan penduduk Eropa pada abad ke 18, masih memasak secara terbuka dengan kayu bakar. Kemudian berkembang dengan membuat lantai yang lebih rendah untuk memasak.
Oh iya, ada juga yang memasak menggunakan perapian dari susunan batu. Perapian ini dibuat setinggi pinggang dan dilengkapi dengan cerobong asap. Dengan cara ini orang tidak harus menunduk atau berjongkok saat memasak. Panci memasak diletakkan persis di atas api, digantung dengan tiang atau kaki tiga. Untuk mengatur panas tinggal naikkan atau turunkan saja posisi pancinya.
Lalu bentuk kompor mulai dikembangkan sampai akhirnya tungku tidak lagi dipergunakan sejak tahun 1735 karena menghasikan banyak asap dan berbahaya. Lalu pada tahun 1922 muncul kompor gas yang di sebut AGA Cooker. Kompor tersebut diciptakan oleh Gustaf Dalen yang berkebangsaan Swedia.
Kemudian pada tahun 1849, Alexis Soyer untuk pertama kalinya memperkenalkan kompor minyak tanah. Kompor ini bertekanan udara yang dicampur dengan minyak tanah. Sedangkan kompor minyak tanah yang sudah sering kamu lihat adalah kompor minyak tanah yang tidak bertekanan karena menggunkan sumbu kompor.
Kompor gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, dan baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di London tahun 1851. Nah, barulah pada tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas. Pada 20 September 1859, George B. Simpson di Washington DC, Amerika Serikat mematenkan kompor listrik yang menggunkan pemanas dari kumparan. Seiring perkembangan jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk menggantikan kumparan kawat dengan, sehingga kompor tercanggih saat ini tidak berbau, berasap, dan ringkas.
Ayo coba perhatikan kompor yang ada di rumahmu. Jenis kompor seperti apakah yang kamu punya?
(Sumber: engineeringtown.com)

Bagaimana Lampu Pengatur Lalu Lintas Bekerja?

Sobat, jumpa lagi dengan kak Wildan di rubrik IpTek. Kalian pernah naik kendaraan bersama Abi atau naik angkutan umum di jalan raya kan? Nah, kalian tentu melihat di persimpangan jalan raya ada lampu berwarna merah, kuning, dan hijau. Lampu ini berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jalan raya. Sehingga lampu tersebut dinamakan lampu lalu lintas atau orang-orang biasa menyebutnya lampu “Bangjo”. Pernahkah kalian berpikir, bagaimana sih cara kerja lampu lalu lintas? Mau tahu cara kerjanya?
Lampu lalu lintas bekerja secara otomatis dengan menggunakan sistem yang disebut ATCS (Automatic Traffic Light Control System). Sistem ini digunakan dalam rangka mengatasi kemacetan lalu lintas. Namun, dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, maka dikembangkanlah sistem ATCS yang dapat bekerja menentukan lama penyalaan lampu hijau secara otomatis berdasarkan distribusi kepadatan kendaraan.
Sistem ini mengontrol lampu Lalu Lintas otomatis dengan menggunakan kamera berbasis mikrokontroller. Kamera tersebut digunakan sebagai pengamat kepadatan kendaraan pada suatu persimpangan. Hasil pengamatan diolah oleh komputer sehingga diperoleh persentase kepadatan pada tiap-tiap jalur.
Mikrokontroller akan bekerja menyalakan lampu lalu lintas secara default kontrol yaitu searah dengan arah jarum jam. Jika komputer terkoneksi dengan mikrokontroller, maka mikrokontroller mengirimkan informasi jalur mana yang lampu hijaunya akan menyala. Kemudian komputer mengolah gambar persimpangan dan menentukan besarnya persentase kepadatan serta lama penyalaan lampu hijau untuk jalur yang telah ditentukan.
Dengan demikian lampu lalu lintas akan bekerja secara bergantian pada tiap jalur sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dengan urutan menyala lampu hijau, lampu kuning dan lampu merah. Nah, begitulah sobat, lampu lalu lintas bekerja. Subhanallah, hebat kan?
Sumber: Suwardi/www.majalah0wildan.wordpress.com