.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Ali bin Abi Thalib & Dua Orang Penipu




Sammak bin Harb meriwayatkan dari Khanbasy bin Al-Mu’tamir bahwa ada dua orang lelaki yang datang menemui seorang wanita Quraisy untuk menitipkan uang dua ratus dinar. Mereka berkata, “Jangan serahkan uang ini kepada salah seorang di antara kami, kecuali bila kami datang berdua.”
Selama beberapa lama, keduanya tidak pernah muncul. Suatu hari, salah seorang dari keduanya datang, dan dengan tergesa-gesa menceritakan kalau temannya telah mati.
“Sudah, serahkan saja uang itu kepadaku,” ujarnya.
Namun si wanita Qurays menolak, “Kalian datang berdua ke sini, dan sesuai perjanjian, uang itu tidak boleh diserahkan kepada salah seorang di antara kalian saja,” tegas wanita itu. Namun sayang, seluruh keluarga dan para tetangganya terus mendesaknya agar menyerahkan saja uang itu. Akhirnya, dengan terpaksa, si wanita menyerahkan juga uang itu kepada si lelaki.
Beberapa waktu kemudian, datang lelaki yang kedua untuk meminta uangnya. “Dahulu temanmu datang dan mengatakan engkau sudah mati, dan uangnya sudah kuberikan kepadanya,” ujar wanita itu.
Keduanya ribut, dan akhirnya persoalan itu diadukan kepada Umar bin Al-Khattab. Namun beliau mengelak dan menyerahkan urusan itu kepada Ali, yang menurut beliau lebih cerdik.
Ali tahu, bahwa kedua lelaki itu memang berniat menipu wanita tersebut. “Uang kalian ada padaku. Sekarang, panggil temanmu itu, nanti kuserahkan uang itu kepada kalian berdua!”
Sumber: Kitab al Adzkiyaa hal17, Ibnul Jauzi, Dari Buku Humor Salafi, Ustadz Abu Umar Basyir.

0 komentar: