.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Pengantar

Assalamu'alaikum Teman Teman !

Hai teman-teman muslim yang kebetulan membuka blog ini. Kami Delapan Bocah Muslim Bersaudara yang tinggal di Jogja dan Jakarta ingin bersilaturahim dengan teman-teman semua, mau kan ? 
Disamping itu kita sama-sama belajar tentang agama yang kita anut yaitu: ISLAM. Kita belajar dari sumber-sumber yang Insya' Allah sesuai Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam. 
Teman-teman, dan yang paling penting kita mecoba mengamalkan ilmu-ilmu yang kita dapat sedikit demi sedikit tetapi rutin. 
Semoga Allah Ta'ala memberikan ridhoNya pada kita semua. Amin.
Jazakumullah khairan katsiraa.

Wassalam.
salam kenal :
mas hammam-kakak fidelya-mas zaki-kakak nadine
mas rafi-mas faiq
-mas hakam
dan mas fachri



Allah Menciptakan Telingaku




بسم الله الرحمان الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Setelah sekian lama tersibukkan dengan urusan lain, alhamdulillah saat ini BAM kembali dapat menghadirkan bacaan kepada muslim kecil di rumah. E-Book ini merupakan bagian dari seri Allah Maha Pencipta, yang mengajak anak-anak untuk mensyukuri nikmat telinga dan pendengaran. Di dalamnya dijelaskan secara singkat bagian-bagian telinga dan fungsinya masing-masing.

Semoga kehadiran eBook kecil ini dapat bermanfaat bagi muslim kecil di rumah, dan menjadi motivasi untuk lebih banyak menghadirkan materi bacaan dan pembelajaran bagi muslim kecil di mana pun berada.

Silahkan download "Allah Menciptakan Telingaku".

bam.raudhatulmuhibbin.org

HEBAT ! ANAK2 BALITA JEPANG MENGAJI ( HAFALAN QUR'AN )

Simak video anak-anak balita jepang mengaji , membacakan hafalan Al Qur'an, semoga menjadi pacuan bagi kita semua, dimana masyarakat Mayoritas Islam seharusnya lebih meminati mendidik anak-anaknya menghafal Qur'an dirumah masing-masing.


Diupload oleh  pada 21 Jul 2011

Sekolah di Palestina, Bukan Masalah Naik Kelas, Belajar Setiap Hari, Mengerjakan PR, dan Sejenisnya…


SEKOLAH, bagi anak-anak di Palestina, bukan masalah naik kelas, belajar setiap hari, mengerjakan PR dan sejenisnya. Sekolah di Palestina adalah sesuatu yang sangat mahal, tak bisa diperoleh setiap hari, dan harus dicapai dengan perjuangan jiwa dan raga.
Karena, bagi anak-anak Palestina, mencapai sekolah berarti melewati pos penjagaan tentara Israel yang memang tersebar di setiap sudut kota. Tak jarang, mereka harus berkonfrontasi dulu dengan imbalan bukan hanya sekadar darah, tapi juga nyawa.
Itupun di Palestina, sebagian sekolah sudah hancur kondisinya akibat serangan Israel yang biadab. Peristiwa Gaza tempo hari masih menyisakan puing dan reruntuhan, dan itupun masih ditambah dengan operasi tentara Israel yang dilakukan secara regular setiap hari. Tapi, seperti kata Michael Hart di “We Will Not Go Down”, but our spririt will never die, semangat anak-anak Palestina juga tak akan pernah padam.
Inilah yang harus dihadapi oleh anak-anak Palestina ketika akan memulai harinya menuju sekolah tempat mencari ilmu: serdadu Israel yang mengokang senapan!
Serdadu-serdadu Israel mencegah anak-anak ini masuk ke wilayah yang telah mereka rampas dan menyuruh anak-anak Palestina untuk menjauh atau pulang. Tapi anak-anak ini tak pernah punya rasa takut sedikit pun. Mereka menantang serdadu Israel dengan gagah berani.
Bukan hanya murid, tapi guru nya pun memberikan contoh bahwa melawan Israel adalah sebuah keharusan bagi orang Palestina, karena Israel adalah penjajah.
Lantas apa yang terjadi? Anak-anak Palestina tidak pernah menyerah. Mereka menggelar kelas tepat di hadapan serdadu Israel di setiap pos penjagaan. Sampai-sampai para serdadu Israel pun menggeleng-gelengkan kepala tak percaya.
Lihatlah semangatnya! Lihatlah semangatnya! Luar biasa….
Anak laki-laki, karena lebih berani, mendapatkan perlakuan yang lebih buruk. Mereka terlibat adu fisik dengan serdadu Israel.
Bahkan tertembak peluru.
Namun, lihatlah sorot matanya. Ada kebanggaan dan harga diri yang tinggi di dalamnya. You can burn our mosque, our home, and our school, but our spirit will never die.
http://islampos.com/2012/sekolah-di-palestina/

Telepon Pertama

Telepon Pertama, telepon kabel menggunakan sistem wireline, sehingga membutuhkan kabel supaya dapat berfungsi.
(tamanpintar.com)



Taman Pintar meluncurkan sekaligus 4 (empat) zona baru


Pertama kalinya dalam sejarah, semenjak Grand Openingnya pada 16 Desember 2008 silam, Taman Pintar meluncurkan sekaligus 4 (empat) zona baru. Zona Sahabat Pemberani, Zona Kelistrikan, Zona Telekomunikasi dan Galeri Kota Pusaka diresmikan oleh Walikota Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2015 bersama 4 (empat) mitra yang bekerjasama dengan Taman Pintar yaitu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi Distribusi Jawa Tengah – DIY PT PLN (Persero), Sales Area Manager Inner DIY PT Indosat Tbk, dan Kasubdit Wilayah II Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR). Peresmian bertemakan ”Membangun Karakter Generasi Emas Indonesia Pintar” ini juga dihadiri oleh mahasiswa dan pelajar dari perwakilan perguruan tinggi dan sekolah di Kota Yogyakarta.
Zona Sahabat Pemberani merupakan bentuk komitmen KPK dalam misinya menanamkan nilai-nilai anti korupsi semenjak dini kepada masyarakat terutama pelajar, dengan dukungan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) dari Jerman. Pembelajaran disampaikan semenarik mungkin antara lain melalui kinect games dan pohon harapan. Zona Kelistrikan, hasil kerjasama Taman Pintar dengan PLN, semakin melengkapi tampilan peraga serta muatan keilmuan kelistrikan yang ada di Taman Pintar. Zona Telekomunikasi, yang diperbaharui melalui kerjasama dengan Indosat, menampilkan pembelajaran bagaimana komunikasi jarak jauh dapat terselenggara melalui pengembangan jaringan infrastruktur seluler. Sementara Galeri Kota Pusaka yang merupakan hasil kerjasama dengan KemenPU-PR, menggali tampilan budaya dan kearifan lokal Jawa khususnya Yogyakarta yang dikemas dalam booth yang memanjakan kenyamanan pengunjung.
Selalu menghadirkan peraga-peraga pendidikan termuktahir merupakan komitmen tersendiri bagi science center seperti Taman Pintar. Salah satu upayanya adalah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Sehingga diharapkan, pengembangan yang dilakukan dapat menghadirkan nuansa segar pada tampilan secara keseluruhan dan mengoptimalkan peran Taman Pintar Yogyakarta sebagai sarana literasi sains masyarakat yang makin mencerdaskan dan menyenangkan. (http://www.tamanpintar.com/)